WELCOME IN MY BLOG YOU WILL HAPPY

Selasa, 17 Januari 2012

Dua jenis Ban Berdasarkan Konstruksinya


Secara umum ada dua jenis ban yang banyak beredar di pasaran yaitu ban bias dan ban radial. Kedua jenis ban ini mempunyai perbedaan dan komposisi konstruksi yang sangat erat hubungannya pada jenis mobil apa ban tersebut dapat dipergunakan. Berikut ini perbedaan komposisi konstruksi kedua jenis ban tersebut :
Ban Bias
1.      Telapak Kembang Ban / Tread : terbuat dari karet sintesis dan terikat pada lapisan benang /plies. Terdapat berbagai pola untuk membuang air dan menyebarkan panas.
2.      Lapisan Benang / Ply : merupakan susunan benang terdiri dari fiber, rayon, nylon dan polyester terangkum di dalam karet dan membentuk kerangka ban. Disebut ban bias karena disusun secara diagonal.
3.      Lapisan Pelindung / Bead Wrapping : untuk melindungi lapisan benang.
4.      Kabel-Kabel Baja berlapis karet untuk mengikat kuat pada pelek roda.
5.      Alur-Alur Kembang Ban : berfungsi menampung air di permukaan jalan.
6.      Pengisap : berfungsi menghapuskan air yang masih ada pada tempat yang kering walaupun jalan dalam keadaan basah.
Ban Radial
1.      Sabuk Penguat Telapak / Breaker Cord : tersusun secara diagonal membungkus kembang ban dengan kuat untuk membatasi agar lapisan benang / radial plies tidak merentang ke samping. Ban radial tekstil menggunakan benang fiber sintetis, sedangkan kawat baja digunakan untuk menambah kekuatan.
2.      Lapisan Benang Radial / Radial Plies : melilit seperti sabuk tepat di bawah telapak ban. Kanpas disusun melingkar dari kawat ke kawat dan menyilang garis tengah dengan membentuk hampir membuat sudut lurus untuk memberikan fleksibilitas dan kenyamanan pengendaraan yang lebih besar.
3.      Pada ban radial benangnya lebih kuat sehingga mempunyai tahanan gelinding lebih rendah dan keausan kembang ban lebih kecil. Menikung bisa lebih tajam karena fleksibilitas radial ply lebih besar dibanding bias ply. Namun pengendaraannya terasa lebih keras sedikit dari ban bias di jalan kasar pada kecepatan rendah.
sumber: oto.co.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar